Generasi Generasi dari Sel Surya

Sel surya ditemukan terhadap abad ke 19. Pada waktu ini aplikasi sel surya sangatlah luas, berasal dari pemakaian senter yang tidak harus baterai sampai sebagai sumber listrik untuk pesawat kembali alik di luar angkasa. Hal ini dapat konsisten berkembang sampai sanggup menggantikan guna daya fosil didalam memproses listrik. Parameter-parameter perlu sejak pertama kali sel surya ditemukan adalah efisiensi, harga, kehandalan, dan daya tahan terhadap dampak lingkungan. Parameter berikut pula yang memilih daya saing pemakaian sel surya sebagai sumber daya bersama bahan bakar fosil.

Seperti yang telah dijelaskan terhadap artikel sebelumnya, letak Indonesia yang dilewati oleh garis katulistiwa membuat Indonesia miliki potensi pemakaian sinar matahari yang benar-benar luar biasa besar (link). Bumi terima daya yang luar biasa besar berasal dari sinar matahari. Matahari, sebagai bintang, adalah reaktor area terjadinya reaksi fusi yang telah beroperasi sejak 4 juta tahun yang lalu. Satu menit daya yang dihasilkan berasal dari reaksi fusi didalam matahari sanggup mencukupi keperluan listrik semua umat manusia di bumi selama setahun!! Pada suatu hari, entah kapan, dapat tiba masanya saat umat manusia sanggup memproses daya sinar matahari secara maksimal sehingga daya listrik yang dihasilkan terhadap waktu berikut melebih daya listrik yang dikonsumsi oleh umat manusia selama 27 tahun. Faktanya adalah jumlah radiasi matahari yang sampai ke bumi selama 3 hari setara bersama daya yang disimpan oleh semua persediaan daya fosil. Dikarenakan potensi yang benar-benar besar tersebut, terhadap abad ke 18 ditemukan teknologi yang bernama solar thermal collector atau alat pengumpul sinar matahari oleh saintis Swiss yang bernama Horace de Saussure.

Memproduksi daya listrik secara segera berasal dari daya matahari adalah penemuan selanjutnya. Teknologi ini ditemukan oleh Alexander Edmond Becquerel, teknologi yang merupakan cikal dapat berasal dari teknologi sel surya.

Sel surya berdasarkan perkembangannya dibagi jadi 3 generasi.

Sel surya generasi pertama adalah sel surya yang mahal untuk diproduksi dan miliki efisiensi yang tinggi, meliputi Sel Surya Single Crystal, sel surya multi kristal. Dikarenakan generasi pertama, teknologi sel surya generasi ini adalah yang tertua dan waktu ini paling banyak digunakan sebab miliki efisiensi yang tinggi. Sel surya generasi pertama dibuat terhadap wafer. Setiap wafernya sanggup memberikan 2-3 watt. Untuk menaikkan daya listriknya maka dibuat solar modul, yang merupakan kumpulan berasal dari wafer yang disusun jadi satu.

Sel surya generasi ke-2 adalah sel surya yang miliki efisiensi lebih rendah tetapi lebih ekonomis, cost yang dikeluarkan pesatuan watt yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan sel surya generasi pertama. Selain itu lebih estetis. Lebih estetis sebab tidak ada penyekat (finger) layaknya sel surya generasi pertama, sehingga cocok digunakan terhadap kaca jendela, mobil, dan bangunan. Sel surya yang menekankan teknologi susunan tidak tebal (thin film), layaknya a-Si thin film solar cell, CdTe solar sel dan lain-lain. Lapisan tidak tebal ini termasuk sanggup ditumbuhkan terhadap substrat yang fleksibel sampai meraih luas permukaan 6 m persegi.

Sel surya generasi ketiga adalah sel surya yang benar-benar efektif baik berasal dari aspek daya yang dihasilkan dan cost fabrikasinya, meliputi sel surya berbasiskan nanokristal, berbasiskan polimer, dan sel surya pewarna tersensitisasi (dye-sensitized solar cell). Generasi ketiga ini adalah sel surya yang benar-benar prospektif dan menjanjikan kedepannya, tetapi tetap belum luas memproses secara massalnya. Pada {beberapa|sebagian|lebih berasal dari satu} Negara maju layaknya swiss, DSSC telah diproduksi oleh perusahaan G24. Sel surya generasi ketiga yang waktu ini benar-benar banyak diteliti, sebab brusaha menghasilkan sel surya yang ekonomis tetapi efisiensinya termasuk tinggi.Mekanisme kerja berasal dari DSSC sanggup dibaca terhadap artikel sebelumnya

Keunggulan (+) dan Kelemahan (-) berasal dari tiap tiap generasi sel surya dirangkum sebagai berikut:

Generasi pertama :

+ Efisiensi tinggi (>10%)

+ Sudah luas dikomersialisasi

– Mahal

– Proses fabrikasi silicon benar-benar kesulitan dan kompleks

Generasi Kedua

+ Memiliki koefisien absorbs matahari yang tinggi

+ Dapat diproses didalam suasana non vacuum

+ Lebih murah dibandingkan generasi pertama

– Proses fabrikasinya menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan

– Efisiensi lebih rendah dibandingkan geenrasi pertama

Generasi ketiga

+ Bahan baku mudah ditemukan

+ Proses fabrikasi yang termudah

+ Biayanya yang termurah

– Menggunakan elektrolit cair sehingga sanggup menguap

– Belum dikomersialisasi secara massal

Kalian juga bisa membaca/Memasang Sel Surya/PJU Solar Cell,dengan mengklik kata kata tersebut

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *