Keuntungan Listrik Alternatif

Dalam Artikel Kali ini kami akan Menjelaskan Tentang Keuntungan Energi Alternatif

Hidup di kota Banjarmasin selayaknya dapat terbebas dari pemadaman listrik secara bergilir, bagaimana tidak, Banjarmasin adalah ibukota provinsi Kalimantan Selatan, dan keliru satu hasil dari kekayaan alamnya bersifat batu bara yang melimpah, sampai-sampai setiap hari selalu dikirim nampak pulau Kalimantan. Namun apa yang berjalan sungguh bertolak belakang, disaat batu bara yang berton-ton itu telah terkirim, pemadaman listrik pun tak dapat dihindari.

Dalam kurun saat 10 th. terakhir, makin lama hari sumber daya alam Kalsel makin lama terkuras habis, saat cuma ada sedikit orang yang dapat nikmati hasilnya. Selebihnya adalah merasakan kesengsaraan. Lalu, apakah kami telah makmur jika ternyata PLN wajib mengadakan pemadaman bergilir setiap hari?

Adalah saya, seorang pendatang di kota ini dan telah menetap selama lebih kurang 15 tahun. Ketika pertama kali menetap di sini, Banjarmasin pernah tidaklah sehebat Banjarmasin yang sekarang, perkembangan kota yang benar-benar pesat dibarengi oleh kepadatan masyarakat yang kian hari kian bertambah terus, ternyata tetap kurang mendapat perhatian dari pihak yang berwenang berkenaan kesempatan untuk nikmati sarana PLN tanpa pemadaman bergilir.

Jika hari-hari yang aku lewati lebih banyak dihabiskan dengan bekerja di luar rumah, tentu saja untuk nikmati service PLN di rumah adalah disaat pulang kerja saja. Meskipun di kantor daerah aku bekerja juga tidak terlepas dari yang namanya pemadaman bergilir, untungkan saja kantor aku mempunyai mesin genset sendiri, menjadi tidak berpengaruh pada supply listrik. Berbeda dengan di rumah, menjadi secara tidak langsung, saat pemadaman listrik berjalan pada siang hari dan aku sedang berada di kantor, otomatis aku mirip sekali tidak mengetahuinya. Namun jika pemadaman berjalan pada malam hari, barulah aku merasakan betapa perihal itu benar-benar merugikan. Pantas saja jika banyak industri rumah tangga yang merugi gara-gara pemadaman oleh pihak PLN.

Periode 2002, disaat itu aku beserta adik aku tinggal di Banjarbaru. Kebetulan adik aku sedang menjadi mahasiswi di Fakultas MIPA Unlam. Sedang aku lebih kerap bolak balik Banjarbaru-Banjarmasin gara-gara daerah kerja aku di Banjarmasin.

Suatu malam, berjalan pemadaman listrik di kost adik saya, disaat itu kami tidak menyangka listrik dapat padam, dan tidak ada persiapan untuk itu. Lilin gak punya, apalagi lampu emergency. Akhirnya adik aku coba untuk mengakibatkan penerangan darurat dengan bahan-bahan yang benar-benar sederhana. Akhirnya kami dapat mengatasi kegelapan itu dengan penerangan darurat tadi.

Mungkin diantara kami ada yang berpikir, bagaimana caranya supaya disaat PLN sedang padam, kami tetap dapat bertahan dalam terang, dapat dengan memanfaatkan lilin, lampu emergency, atau juga dengan mesin genset. Seperti adik saya, saat itu bahan yang digunakannya untuk menukar lilin adalah sedikit kapas, sedikit minyak goreng, dan sebuah piring kosong. Kapas selanjutnya dibasahi dengan minyak goreng tadi. Lalu ditempatkan ke dalam piring kosong, kemudian nyalakan api dan kapas tadi langsung dibakar. Selama minyak goreng tadi belum habis, api dapat selalu menyala … lumayan untuk menukar lilin saat saat menunggu PLN menyala lagi.

Beberapa saat yang lalu, disaat pemadaman bergilir tetap saja konsisten berlangsung. Bukan cuma di Banjarmasin namun hampir semua wilayah Kalsel mengalaminya, aku sempat berbincang-bincang dengan seorang teman yang dahulunya sekolah di STM jurusan elektro ( listrik ) dan kemudian melanjutkan belajar ke Teknik Elektronika di pulau Jawa sana. Teman aku tadi bercerita bahwa pernah sebelum ia mengambil keputusan untuk kuliah, sebetulnya ia mendapat tawaran belajar ke Jepang dari sebuah lembaga di kotanya, namun gara-gara orang tuanya dambakan dia kuliah dulu, pada akhirnya tawaran itu pun ditolak, padahal lembaga itu sampai memanggilnya sebanyak 3 kali.

Dari pembicaraan aku dengan teman itu, aku memandang betapa alam ini berpotensi dan belum pernah terpikirkan sebelumnya. Ia pernah memberikan {beberapa|sebagian|lebih dari satu} umpama pembangkit listrik sederhana. Keprihatinan berkenaan pemadaman listrik secara bergilir telah mobilisasi nuraninya untuk berimajinasi berkenaan alat itu, betapa besar, benar-benar banyak sumber daya alam dapat dijadikan sumber daya pembangkit listrik.

Kebanyakan orang tidak pernah mengetahui, ternyata dapat mengakibatkan baterai simpel memanfaatkan pipa tembaga dan lembaran seng, dengan media listrik statis bumi (tanah), teryata dua bahan selanjutnya dapat membangkitkan daya listrik searah. Energi listrik yang dihasilkan dari satu unit (cell) baterai tanah ternyata lumayan besar, dari pipa tembaga ukuran 3/4″ (tiga per empat inci), panjang lebih kurang 12 centi, dapat menghasilkan listrik antara 1,9 sampai 3,2 volt DC, bergantung kondisi tanah.

Ia juga menjelaskan, daya levitasi (gravitasi) dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik arus bolak-balik (AC), dengan mengkombinasikan kumparan dan juga magnet yang disusun sedemikian rupa membentuk lingkaran. Bukan itu saja, daya gravitasi ternyata juga dapat membangkitkan tenaga potensial (gerak), dengan sedikit memodifikasi motor (dinamo), dan memberikan magnet yang disusun sedemikian rupa, katanya dapat mengakibatkan motor berputar kencang. Hasil putaran motor tadi kemudian dapat dimanfaatkan sebagai tenaga gerak pembangkit listrik.

Saya menjadi berandai-andai, jika saja di Kalsel ini ada orang-orang yang pikirkan dengan bakat dan potensi dari para pemuda layaknya dia demi terwujudnya pembangunan untuk kemaslahatan orang banyak, orang-orang tadi sudi berpartisipasi menjadi donatur, tentu Kalsel dapat mempunyai solusi berkenaan pemadaman listrik ini.

Iseng-iseng aku selanjutnya bertanya, “kenapa tidak menjadi PNS saja?”

Lalu dia pun menjawab dengan panjang lebar, bahwa menjadi PNS bukan keinginannya, disaat image PNS telah mengakibatkan orang saling berlomba-lomba untuk dapat lulus dan meraihnya, justru dia perlihatkan tidak sudi terikat dengan status itu.

Dan saat dia menyatakan bahwa pernah juga pernah ditawari untuk bekerja di perusahaan yang menyediakaan jasa listrik punya negara, tawaran itupun ditolak. Alasannya adalah tidak sudi meraih suatu hal yang bukan haknya. Wah, aku menjadi ingat dengan perjuangan adik aku disaat {beberapa|sebagian|lebih dari satu} test di PLN sukses ia lewati, tinggal test paling akhir yang wajib diikuti sebelum pada akhirnya adik aku gagal.

Jika saja ada banyak orang yang menganggap layaknya teman aku tadi, dan mereka itu sebagai pihak yang berwenang, yang pikirkan pada nasib rakyat, kemungkinan Kalsel dapat menjadi terang selalu , tak wajib ada pemadaman bergilir layaknya sekarang.

Begitu banyak orang berharap, Kalimantan Selatan dapat menjadi makmur dengan segala faedah sumber daya alam. Semua potensi dapat dinikmati oleh penduduknya. Bukan cuma dinikmati orang-orang dan golongan tertentu saja. Andai harapan itu bukan impian belaka, kemungkinan masyarakat Kalimantan dapat nikmati hidup lebih sejahtera. Khususnya Kalimantan Selatan yang tercinta ini.

Kalian juga bisa menggunakan Panel Surya sebagai energi alternatif,info lebih lanjut bisa kalian lihat di Inaport

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *