Merawat Karpet Biar Awet

Karpet adalah bagian interior ruangan yang penting. Tak cuman sebagai alas lantai saja, tetapi terhitung untuk menciptakan penampilan maksimal terhadap ruangan Anda. Anda perlu tahu jenis-jenis karpet, penempatannya, dan bagaimana langkah merawatnya sehingga awet.

Kenali bahan karpet

Secara garis besar tersedia dua style karpet yakni handmade dan berbahan sintetis. Karpet handmade berbahan alami, memiliki kualitas tinggi, tahan lama, dan yang terpenting safe bagi kesehatan. Sebaliknya, karpet berbahan sintetis serat polyester, viscose, rayon, dan nilon) walaupun harganya lebih terjangkau tetapi kualitasnya pun rendah sebab cepat pudar dan dapat menyebabkan alergi.

 

karpet-tahan-lama

Memilih motif dan warna

Banyak sekali corak dan warna karpet. Tak hanya karpet lokal, negara penghasil karpet seperti Persia, Turki, India, sampai Pakistan pun meramaikan pasar karpet di Indonesia. Sebelum memilih, pastikan dulu dapat ditaruh di mana dan mengatur dengan jenis hunian Anda. Misalnya rumah Anda bergaya klasik dan modern, maka tampilkan karpet yang menampilkan sisi alam seperti binatang dan tumbuhan. Motif geometris sesuai untuk rumah bergaya etnik dan kontemporer. Anda juga bisa lho menggunakan Jasa Cuci Sofa Jakarta

Rawat dengan benar

Agar awet dan tidak menjadi sumber debu atau alergi, karpet perlu dibersihkan secara berkala.

Bersihkan setiap hari dengan vacuum cleaner.
Jemur sebulan sekali, membersihkan debunya dengan langkah memukul-mukulnya dengan sapu lidi.
Jika karpet tidak dipakai, gulung, simpan dalam plastik, dan beri silica gel.
Bersihkan noda terhadap karpet sintetis dengan kain yang telah dibasahi air yang dicampur sabun cuci piring. Keringkan dengan langkah diangin-anginkan.
Gunakan soda kue untuk mengusir bau tak enak terhadap karpet.
Jangan membersihkan karpet handmade dengan deterjen, apalagi menyikatnya, sebab dapat merusak benangnya. Sebaiknya bawa saja ke laundry tertentu karpet.

Cara Merawat Karpet Agar Tetap Bersih Dan Awet

Membersihkan karpet sebaiknya dikerjakan secara berkala/rutin karna ini salah satu langkah menjaga karpet sehingga senantiasa bersih dan awet. Untuk mempercantik ruangan karpet merupakan elemen mutlak yang perlu diperhatikan, karna bukan hanya sebagai alas lantai saja tetapi penunjang interior ruangan. Cuci Karpet

Membersihkan karpet secara berkala, bertujuan untuk menyingkirkan debu dan kotoran yang menempel terhadap serat karpet. Karpet yang dalam selagi lama tidak dibersihkan dapat menjadi sarang kuman, kutu penyebab alergi dan penyakit. Noda terhadap karpet sebaiknya langsung dibersihkan sehingga tidak menjadi noda membandel jika dibiarkan terlalu lama menempel terhadap karpet, noda selanjutnya dapat terhitung menjadi bersarangnya bakteri, kuman dan menempelnya debu-debu halus.

Berikut 5 langkah menjaga karpet sehingga senantiasa bersih dan awet.

Lakukan penyedotan debu terhadap karpet minimal dua kali seminggu, tergantung terhadap wilayah penempatan karpet. Semakin kerap orang berlalu-lalang di area tersebut, semakin kerap pula pembersihan karpet perlu dilakukan. Pembersihan dapat dikerjakan dengan manfaatkan vacuum cleaner atau penghisap debu. Warna karpet dapat ringan pudar bila terkena paparan matahari terus menerus dalam jangka selagi lama. Atur ulang posisi karpet Anda, bila beberapa satu} karpet terkena cahaya matahari terus menerus.

Ketika membersihkan karpet, sebaiknya mencermati style vacuum cleaner yang Anda gunakan. Pilih style kering/dry. Untuk meminimalkan debu dan kotoran mikro penyebab alergi, sebaiknya Anda memilih vacuum cleaner dengan penyaring berjenis high efficiency particulate arresting (HEPA).

Untuk menjaga karpet sebisa mungkin untuk cuci karpet rumah secara berkala minimal 1 bulan sekali, untuk cuci karpet kantor atau karpet tanam secara berkala minimal 3 bulan sekali.

Bila karpet Anda terkena noda, segara bersihkan. Jangan menunggu sampai noda mengering. Semakin lama noda menempel di karpet, semakin sukar untuk dibersihkan.

Bila anda mulai terlalu repot untuk menjaga karpetatau membersihkan karpet rumah/kantor sebab mulai ukuran karpet yang terlalu besar, Anda dapat menghubungi jasa cuci karpet kantor. Adapun biaya cuci karpet yang dibutuhkan berkisar Rp 15 ribu – Rp 25 ribu/M2 tinggal dikalikan luas ruangaan yang karpetnya dapat dibersihkan.

Karpet merupakan salah satu perlengkapan di rumah yang perlu penanganan tertentu dalam merawatnya. Cara-cara perawatan yang kurang pas dapat mengakibatkan karpet makin tambah kotor dan ringan rusak. Bersihkan karpet Anda dengan langkah yang pas sehingga senantiasa awet. Berikut ini tipsnya, seperti dikutip berasal dari Helium:

Sering Dibersihkan
Karpet perlu kerap dibersihkan manfaatkan penyedot debu/vacuum cleaner, terutama jika Anda baru saja memasang karpet. Meski tampak bersih, serat-serat terhadap karpet dapat tercampur dengan debu dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran dapat menumpuk. Selain tidak baik untuk kesehatan, kotoran yang menumpuk terhitung dapat lebih cepat merusak karpet.Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner minimal seminggu sekali. Fokuskan terhadap tempat yang kerap dilalui orang, sebab umumnya kotoran paling banyak menempel di tempat tersebut.

Jangan Berjalan dengan Kaki Telanjang
Banyak orang beranggapan bahwa berjalan di rumah tanpa alas kaki dapat mengakibatkan karpet bersih lebih lama. Namun asumsi itu tak sepenuhnya benar. Kaki mengeluarkan keringat dan minyak. Saat bersentuhan dengan karpet, minyak dan keringat menempel terhadap karpet sehingga mengakibatkan debu dan kotoran ringan melekat. Sebaiknya Mengenakan kaus kaki atau slippers selagi berjalan di atas karpet.

Hindari Cuci Karpet dengan Sabun Sebaiknya jangan cuci karpet Anda dengan deterjen atau cairan pembersih yang mengandung sabun. Busa yang dihasilkan sabun dapat meninggalkan sisa-sisa residu yang justru dapat mengikat lebih banyak debu di karpet. Selain itu, residu sabun yang tertinggal terhitung dapat melemahkan serat karpet sehingga mengakibatkan karpet ringan robek atau rusak. Bahan paling pas untuk membersihkan karpet tanpa merusaknya, ternyata cukup ringan didapat, yakni cuka putih. Campurkan satu botol cuka dengan satu galon air. Siramkan campuran selanjutnya ke atas karpet, sikat sebentar, lalu bilas dengan air bersih. Jangan khawatir rumah Anda dapat berbau cuka, sebab baunya dapat hilang dalam 24 jam. Hanya pastikan karpet Anda tidak dalam situasi lembab terlalu lama.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *